
Jika ada yang menjelma bait-bait puisi, akarnya pasti tumbuh dari hati. Entah itu dari pengalaman sendiri atau sekedar buah imajinasi. Tapi, bukankah puisi adalah sebuah kejujuran? Yang menyederhanakan kompleksitas rasa dalam bait-bait secangkir kopi. Akara(sa) ialah akara (rupa) dari segala rasa. Mencoba memberi wujud pada rasa sedih, gembira, jatuh cinta, dan segala keluh jiwa. Entah akan mewakili perasaan mu atau tidak, tapi cobalah selami maknanya. Ini bukan soal aku, tapi tentang kita yang terkadang hilang arah dalam memberi makna akan sepenggal peristiwa.